20 Hari Pasca Tsunami Lampung Selatan, 118 Meninggal, 7 Belum Ditemukan

NUcare.id | ditulis oleh : hadi | Jumat, 11 Januari 2019 / ٤ جمادى الأولى ١٤٤٠
Situasi pascabencana tsunami di Lampung Selatan.

Lampung Selatan, NU Care

Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Fredy Sukirman mengatakan, jumlah korban akibat tsunami yang terjadi pada akhir tahun 2018 lalu di pesisir pantai Lampung Selatan mencapai 118 orang. Jumlah ini bisa bertambah karena sampai dengan saat ini ada 7 orang yang belum ditemukan.

"Total warga yang mengungsi sebanyak 7.800 orang. Banyak yang mengungsi tidak terdampak fisik namun dikarenakan rasa takut. Seperti penduduk Pulau Sebesi yang mencapai 2000 orang mengungsi keluar pulau," kata Fredy.

Saat ini masih ada 24 kepala keluarga yang masih bertahan di pengungsian yang oleh Pemda setempat di tempatkan di Wisma Atlet. Pengungsi yang masih bertahan saat ini, dengan jumlah sekitar 90 jiwa, selanjutnya akan dipindahkan ke hunian sementara (Huntara) yang sedang disiapkan oleh Pemkab Lampung Selatan.

Beberapa titik lokasi yang akan dibangun Huntara di antaranya di Desa Kunjir yang saat ini sekitar 280 penduduknya mengungsi di dataran-dataran tinggi. Ada 3 titik yang menjadi tempat pengungsian di daerah tersebut.

"Di Way Muli Timur dan Way Muli Induk juga akan dibangun Huntara untuk 180 kepala keluarga," jelasnya saat hadir pada Rapat Koordinasi Penanganan Bencana dengan berbagai elemen di Posko Penanganan Darurat Bencana Tsunami di Jalan Trans Sumatera, Kalianda Lampung Selatan, Kamis (10/01) malam.

Tim NU Peduli kembali salurkan bantuan logistik, Jumat (11/01/2019).

Pembangunan Huntara ini dilakukan karena kondisi tanah di daerah tersebut rawan longsor sehingga tidak bisa dibangun Hunian Tetap (Huntap).

Data yang terhimpun sampai dengan saat ini terdapat total 765 bangunan yang rusak. Dari tingkat kerusakannya terdapat 558 rumah bangunan mengalami rusak berat, 82 rusak sedang dan 125 rusak ringan akibat terjangan tsunami. 

Proses rehabilitasi korban terdampak tsunami dengan membangun Huntara ini tidak hanya dilakukan oleh Pemerintah Daerah. Lembaga dan organisasi sosial juga ikut serta membantu terwujudnya Huntara seperti yang dilakukan oleh NU Peduli Lampung.

Kiprah NU Peduli yang sedari awal sudah langsung terjun menangani para korban dengan berbagai bantuan seperti logistik dan kesehatan ini mendapat apresiasi dari pemerintah. NU Peduli juga sudah menginisiasi Huntara yang saat ini sedang dibangun sebanyak 20 unit di Desa Banding.

Selain Huntara, NU Peduli juga selalu aktif berkoordinasi dengan berbagai elemen khususnya Pemda untuk mempercepat proses pemulihan kondisi pascabencana.

"Kita berharap dengan langkah NU Peduli ini dapat membantu masyarakat terdampak tsunami dan Pemerintah Daerah dalam upaya mewujudkan masyarakat yang mampu kembali bangkit dari musibah yang dihadapi. Kita berharap koordinasi dengan pemda akan dapat ditingkatkan kembali untuk suksesnya misi ibadah sosial ini," kata Ketua PCNU Lampung Selatan, KH Mahfud Attijani saat hadir pada rapat tersebut.

Perlu diketahui, siang ini Jumat (11/01), Tim NU Peduli kembali diberangkatkan untuk menyalurkan logistik. [Muhammad Faizin]

Berinfaklah dan jangan menghitung-hitung, niscaya Allah akan menghitung rizkiNya  padamu. Dan janganlah kamu menahan-nahan, niscaya Allah akan menahan-nahan rizkiNya padamu.

(HR. Bukhari)

chat dengan kami via whatsapp