NU Peduli Kebut Bangun Hunian Sementara di Lampung

NUcare.id | ditulis oleh : hadi | Kamis, 10 Januari 2019 / ٣ جمادى الأولى ١٤٤٠
Model Huntara yang akan menjadi Kampung NU.

Lampung Selatan, NU Care

Pembangunan hunian sementara (Huntara) oleh NU Peduli di Lampung Selatan pascabencana tsunami terus dikebut. Untuk tahap awal, 20 unit Huntara saat ini sedang dibangun di Desa Banding, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan. Selanjutnya, akan dibangun juga 55 unit di Desa Way Muli dan 82 unit di Desa Kunjir.

Pembangunan Huntara ini adalah wujud komitmen NU Peduli dalam membantu para korban terdampak tsunami yang sampai dengan saat ini belum pulih dari trauma kehilangan sanak saudara dan harta benda.

"NU Peduli berusaha mewujudkan hunian sementara untuk para korban bencana tsunami agar saudara kita yang kehilangan rumahnya bisa hidup normal pascabencana tsunami. Bukan cuma logistik sembako yang dibutuhkan akan tetapi juga logistik batin suami-istri harus bisa berjalan normal," kata Ketua PCNU Lampung Selatan, Kiai Mahfudz Attijani tentang fungsi Huntara tersebut.

Langkah NU Peduli dengan membangun Huntara ini mendapat respons positif dari berbagai elemen masyarakat yang terpanggil untuk ikut membantu proses rehabilitasi para korban. Donasi untuk pembangunan Huntara terus mengalir dari para donatur. 

Penyerahan bantuan Institut Agama Islam Salahudin Al Ayubi (Inisa) Tambun, Bekasi, Jawa Barat.

Seperti yang dilakukan para alumni Institut Agama Islam Salahudin Al Ayubi (Inisa) Tambun, Bekasi, Jawa Barat, menyumbang dua unit Huntara NU senilai 17 juta Rupiah. Penyerahan dilakukan oleh koordinator alumni Isti Komariyah dan diterima langsung oleh Ketua PCNU Lampung Selatan.

"Para alumni Inisa berinisiatif mengkoordinir teman-teman alumni untuk membantu para korban tsunami di Lampung Selatan. Dan alhamdulillah, terkumpul dana untuk membangun dua unit Huntara NU," jelas Isti Komariyah di sela-sela penyerahan di Posko utama NU Peduli Lampung Selatan, Rabu (9/01).

Selain dari lembaga, donatur perorangan juga ikut serta membantu seperti yang dilakukan oleh Ibu Ariful Marifah dengan membantu dana pembangunan Huntara sebesar 11 juta Rupiah lebih.

Sementara menurut Divisi Humas NU Peduli Lampung Selatan Edi Sriyanto, dana yang dibutuhkan untuk 1 unit Huntara diperkirakan menelan biaya sebesar Rp8,5 juta.

"Pembangunan 22 unit Huntara di Desa Banding sudah mulai dilaksanakan dengan dibantu puluhan anggota TNI dari  Kodim 0421 Lampung Selatan," jelas Edi.

Komplek Huntara ini lanjut Edi juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas umum seperti mushola, dapur umum dan MCK yang akan diberi nama Kampung NU. Untuk membimbing para warga Huntara, NU Peduli juga sudah menyiapkan ustadz khusus untuk memimpin peribadahan para warga. [Muhammad Faizin]

Janganlah kamu berkarung-karung (kamu kumpulkan harta dalam karung lalu kamu kikir untuk menginfakkannya) sebab Allah akan menyempitkan rizki bagimu dan berinfaklah dengan ringan sebatas kemampuanmu.

(HR. Bukhari)

chat dengan kami via whatsapp