Bantu Marya Berlatih Bicara

Ilustrasi oleh Fuad Hasim

Usia Marya masih belia, masih 3 tahun, tetapi harus menanggung berbagai penyakit seperti gangguan pendengaran, kelumpuhan otak, dan epilepsi. Kami berharap agar kakak-kakak #OrangBaik dan #TemanDengar mau membantu Marya agar dapat mendengar dan berlatih berbicara, dengan alat bantu dengar.

0%
telah terkumpul untuk target
Rp. 30.000.000
Program donasi telah berakhir.



Assalamu’alaikum #OrangBaik dan #TemanDengar, ada kisah dari Ibu Silvia Febriany (27) dari Desa Pandansari, Ajibarang, Banyumas.

Silvia adalah seorang ibu dari Marya Qibthiyah. Katanya, tahun ini Marya akan menginjak usia 3 tahun. Berbeda dengan anak-anak seumurannya, Marya belum bisa bicara dengan baik karena adanya gangguan pada pendengarannya

Marya dan ibundanya, Ibu Silvia.

“Rasanya sangat menyedihkan ketika mengetahui hal itu menimpa anak saya satu-satunya,” kisah Bu Silvia kepada tim NUcare, Senin (8/04/2019) sore.

Bu Silvia bercerita, bahwa tiga tahun lalu, tepatnya tanggal 21 Maret 2016 anaknya, Marya lahir.

“Ketika lahir dia tidak langsung menangis. Kata dokter, Marya juga meminum air ketuban yang membuatnya sering mengalami sakit panas,” ucapnya.

Bu Silvia mulai khawatir dengan tumbuh-kembang Marya yang lambat, sebab di usia 2 tahun Marya sama sekali belum bisa merangkak.

“Apalagi berjalan. Bahkan dipapah pun roboh,” kata Bu Silvia.

Kebingungan dan kekhawatirannya akhirnya terjawab setelah Bu Silvia dan suami memeriksakannya ke dokter. Marya terkena paparan virus CMV (cytomegalovirus) dalam kandungan, kekurangan hormone tiroid, berlingkar kepala kecil (mikrosefali) dan mengalami kelumpuhan otak (cerebral palsy).

Marya saat dirujuk ke rumah sakit.

“Melihatnya yang setiap jam 6 pagi harus meminum obat agar hormonnya normal dan setiap minggu sekali harus menjalani Fisioterapi, sebagai ibu rasanya hati ini tak keruan. Ditambah tubuhnya yang lemas dikarenakan ototnya yang tidak normal,” keluh Bu Silvia.

Empat bulan kemudian, cobaan kembali datang, kadar IgG CMV Marya naik, yang artinya antibodi sedang berada di titik puncak untuk melawan antigen sehingga Marya harus dirujuk ke Dokter Spesialis THT dan Mata.

“Menurut dokter, matanya tidak bermasalah tetapi setelah tes BERA (Brainstem Evoked Response Audiometry), telinga kanannya dinyatakan tuli berat yakni suara harus di atas 85 dB (desibel) dan telinga kirinya tuli sedang dengan nilai 55 dB. Padahal untuk orang normal ambang wajarnya yakni 0-82 dB,” jelasnya.

Tak hanya itu, pada Oktober 2018, kata Bu Silvia, Marya sering kaget setiap tertidur. Akhirnya Marya dirujuk ke Dokter Spesialis Saraf.

“Dan ternyata, Marya positif Epilepsi,” keluhnya.

Bulan Januari 2019, dirinya memutuskan untuk membawa Marya tes pendengaran lagi. Tes OAE (Otoacoustic Emission) Marya Refer, artinya masih ada gangguan pendengaran. Sedangkan tes BERA-nya masih di kategori tuli berat dan tuli sedang yakni 70 dB untuk telinga kanan dan 50 dB untuk telinga kiri.

Marya Qibthiyah, Balita penderita gangguan pendengaran, cerebral palsy, dan epilepsi.

Usia Marya masih belia, masih 3 tahun, tetapi harus menanggung berbagai penyakit, yaitu gangguan pendengaran, kelumpuhan otak, dan epilepsi. Padahal di usianya yang sekarang adalah masa emas untuk dapat belajar hal-hal baru, termasuk berbicara. Keterbatasan Marya mendengar tentu akan menghambat kemampuan berbicaranya.

“Kami hanyalah orang desa yang beruntung mendapatkan bantuan BPJS untuk mengobati penyakit CMV Marya, meski itu tidak termasuk dengan alat bantu dengarnya,” ujar Bu Silvia.

Dirinya mengaku, sebagai ibu rumah tangga dengan suami yang bekerja sebagai karyawan swasta, mereka belum mampu untuk membeli alat bantu dengar yang menunjang terapi wicara seharga 10,7 juta per buah. Dan Marya harus menggunakannya sepasang.

Untuk itu, kami bersama Bu Silvia berharap agar kakak-kakak #OrangBaik dan #TemanDengar mau membantu Marya agar dapat mendengar dan berlatih berbicara. Sehingga tidak ada lagi anggapan bahwa tuli itu bisu.

Cara berdonasi:

Klik "Ikut Berdonasi"

Pilih Nominal dan Lanjutkan

Bantu share juga halaman ini agar bantuan yang terkumpul bisa untuk membeli alat bantu dengar Dek Marya.

Hasil donasi akan disalurkan langsung kepada keluarga Dek Marya di Banyumas.

"Ambillah sedekah (zakat) dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

QS. Al-Taubah (9): 103

chat dengan kami via whatsapp